Jumat, 23 Desember 2011

Contoh paragraf Generalisasi

Masalah sumber daya manusia yang berkualitas yang dihadapi di Indonesia tidak lain tidak bukan karna penyebaran tenaga kerja yang kurang merata di setiap daerah sektor perindustrian dan ekonomi, yang mana sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan disetiap daerah-daerah yang tenaga kerjanya kurang. Jadi seperti halnya di luar Pulau Jawa yang tenaga kerjanya sangat kurang maka laju pertumbuhan ekonominya menjadi lamban.

Contoh pargraf analogi

Orang yang dalam usia kerja tetapi tidak berkerja, tidak mempunyai pekerjaan dan tidak sedang mencari pekerjaan seperti halnya orang-orang yang berkegiatan bersekolah (pelajar,mahasiswa) mereka termasuk kedalam golongan bukan angkatan kerja, seperti halnya ibu-ibu rumah tangga, menerima pendapatan tapi bukan menerimaa imbalan langsung atas jasa kerjanya.

Contoh paragraf kausalitas (sebab-akibat)

Pemerintah pada saat ini tidak lagi menggalakan program KB (keluarga berencana) kepada masyrakat sehingga , Pertumbuhan pendunduk di Indonesia terus meningkat yang dalam satu hari saja lahir bayi sebanyak 1000 jiwa, karena pertumbuhan penduduk tidak bisa di stop tetapi hanya bisa diperlambat.

“ Kriminalitas dimasyarakat”

Pada saat ini kriminalitas semakin meresahkan masyrakat, karena di setiap pemberitaan sering dilihat dan didengar dimasyarakat tentang tindakan kriminal yang dilakukan oleh seorang atau kelompok tertentu yang mana tindakan mereka sangat merugikan orang yang terkena tindak kriminal. Kriminalitas banyak terjadi dimana-mana yang terjadi oleh siapapun,dimanapun, dan kapanpun tempat serta waktunya, para tindak kriminal tidak segan-segan melakukan apa saja kepada korbanyya dari yang merampas harta benda jiwa korban sampai melukai serta membunuh para korbannya.
Dalam hal ini wanita lah yang sering terjadi sasaran tindak kriminal oleh para orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi jahatnya kepada korban kriminalitas. Wanita dianggap mahluk yang lemah diantara lelaki sehingga merekalah yang sering menjadi korbannya.
Masalah seperti ini tentulah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut oleh pihak kepolisian atau aparat yang saling terkait, mereka haruslah cepat tanggap menyelesaikan masalah tindak kriminalitas yang kerap sering terjadi dimasyarakat pada saat ini. Dalam hal ini juga, pihak aparat sangat membutuhkan kerjasama seluruh elemen masyarakat untuk membantu menyelesaikan tindak kriminalitas yang terjadi. Sehingga keamanan serta kenyaman dilingkungan dapat terwujud dimasyrakat.

BAHASA INDONESIA

1. Mengapa bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia ?
Jwb: ada empat fakktor atau alasan sebagai dasar menetapkan bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia.
a. Bahasa Melayu tidak mengenal tingkat social (bangsawan dan bukan bangsawan) dalam kehidupan masyrakatnya.Jadi bahasa lebih demokratis.
b. Bahasa melayu telah digunakan sebagai bahasa perhubungan antar pulau se-Nusantara bahkan sampai ke Formosa dan madagaskar, sejak abad ke-7 Masehi.
c. Bahasa melayu mudah dipahami atau dipelajari, mudah menerima kosa kata dan kaidah bahasa lain sehingga memungkinkan sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas.
d. Bahasa Melayu disetujui dan disepakati secara aklamasi secara psikologi oleh penutur-penutur bahasa daerah lain di Indonesia.
2. Jelaskan perbedaan antara ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan ! Berikanlah contohnya !
Jwb : Ragam bahasa tulis :
- ejaan dan pungtuasi
- Tak bersemuka dan kaidah eksplesit
- Tidak ada umpan balik
- Kesulitan menyampaikan masalah yang rumit
Ragam bahasa Lisan :
- Lafal atau ucapan
- Bersemuka dankaidah implicit
- Adanya umpan balik
- Kemudahan penyajian masalah sulit
Ragam bahasa lisan mementingkan Lafal atau ucapan sedangkan ragam bahasa tulis mementingkan ejaan.
Contoh : - Kucing/ makan tikus mati. (ragam lisan)
- -Kucing makan/tikus mati. (ragam lisan)
Penanda lafal dalam contoh diatas adalah garis (/), yaitu perhentian sementara yang disebut jeda, yang perhentiaanya berbeda sehingga makna kalimat tidak sama.
Contoh: -kucing makan-tikus-mati. (ragam tulis)
-kucing makan tikus mati. (ragam tulis)
Dalam ragam tulis peranan tanda baca (pungtuasi) sangat penting yang dalam contoh ini menggunakan tanda hubung (-)

Pengertian Kebijakan Ekonomi

Kebijakan ekonomi adalah suatu pernyataan tujuan dan metode untuk mencapai tujuan (instrumen kebijakan) yang dilakukan oleh pemerintah, partai politik, badan usaha, dan lain-lain. Beberapa contoh tujuan pemerintah dalam ekonomi adalah memberikan lapangan kerja secara optimal, Hal itu dilakukan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan optimal, Mengurangi kesenjangan pembangunan daerah, dan menjaga stabilitas harga. Instrumen Kebijakan meliputi kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan keuangan, dan kontrol legislatif (misalnya, harga dan pengendalian upah.
Pendapatan Nasional
pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
* Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
* Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

* Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang
modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
* Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
* Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
* Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Sistem ekonomi

Sistem
Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.
• Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
• Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
• Sistem peralatan: barang/alat
• Sistem informasi: data, catatan, dan fakta

Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.
Sistem ekonomi
Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.
• Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
• Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
• Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi.
Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:
a) Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
b) Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
c) Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
d) Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
e) Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f) Pengaturan motivasi usaha
g) Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
h) Penentuan pertumbuhan ekonomi
i) Pengendalian stabilitas ekonomi
j) Pengambilan keputusan
k) Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan